Minggu, 08 Oktober 2017

Diare

Hasil gambar untuk diare

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan buang air besar yang lembek atau cair, atau perlu bolak-balik ke toilet. Diare bisa terjadi pada siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak.
Tergantung pada berapa lama diare berlangsung, ada 3 jenis diare:
  • Diare akut yang berlangsung beberapa hari hingga seminggu.
  • Diare yang berlangsung selama 3 minggu.
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari 4 minggu.



Penderita diare di Indonesia

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ketigabelas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ketiga penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.
Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi.
Gejala
Gejala dan ciri diare adalah:
  • Feses lembek dan cair
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Darah pada feses
  • Feses yang dihasilkan banyak
  • Terus menerus ke toilet

Faktor penyebab diare secara umum

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.
Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:
  • Efek samping obat-obatan tertentu,
  • Faktor psikologi, misalnya gelisah,
  • Konsumsi minuman beralkohol dan kopi yang berlebihan.
Pengobatan

Obat untuk diare ringan hanyalah konsumsi banyak cairan untuk menggantikan kehilangan cairan. Hal ini berarti Anda perlu minum lebih banyak air atau minuman elektrolit, seperti minuman berenergi.
Untuk diare yang lebih serius, obatnya mungkin dapat berupa infus. Jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.
Dokter atau apoteker dapat memberikan cairan rehidrasi oral (sejenis penggantian cairan untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi, terutama yang disebabkan bakteri) untuk mencegah dehidrasi. Cairan rehidrasi dapat memberikan tubuh glukosa, garam dan mineral penting lainnya yang hilang selama dehidrasi. Cairan rehidrasi oral cocok diberikan untuk diare pada anak-anak dan orang tua, dan dijual di apotik tanpa resep.
Pencegahan
Pada dasarnya, pencegahan diare tergantung kepada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman. Perhatian khusus diperlukan dalam mengelola makanan dan minuman dari cara memasak sampai pada proses penyimpanan. Dengan demikian, seseorang dapat terhindar dari berkembangnya mikoorganisme, seperti bakteri yang dapat menyebabkan diare. Kesimpulannya, makin tinggi standar kebersihan Anda, maka makin kecil risiko Anda terkena diare.
Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air hangat seperti sebelum makan, setelah memegang daging mentah, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain dengan binatang piaraan.
  • Jagalah kebersihan kuku Anda terutama jika memiliki kuku yang panjang.
  • Menjauhi makanan dan minuman yang kebersihannya diragukan.
  • Tidak minum air keran.
  • Menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi.
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.
  • Buang makanan dan minuman yang sudah kedaluarsa.
Untuk mencegah penyebaran diare kepada orang-orang di sekitarnya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:
  • Bersihkan selalu toilet dengan obat  pembasmi kuman setelah digunakan.
  • Selalu cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan.
  • Jangan beraktivitas dahulu sampai setidaknya dua hari setelah diare yang terakhir.
  • Jika tinggal satu rumah, pastikan Anda menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga lain di rumah.
  • Hindari penggunaan kolam renang selama dua minggu setelah diare yang terakhir, jika penyebab diare berasal dari parasit cryptosporidium.
  • Masih banyak yang belum menyadari bagaimana diare bisa berakibat fatal, terutama bagi anak-anak di Indonesia. Kebersihan diri dan makanan perlu diperhatikan demi mencegah terkena diare.






Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teleskop

PENGERTIAN TELESKOP Teleskop adalah sebuah alat bantu penglihatan (optik) untuk mengamati benda-benda yang jauh terutama benda yang berad...